Next
Previous
Contents
Dalam memburu, membujuk, menggaet kemudian mendoktrin orang-orang
yang menjadi targetnya, LDII menggunakan cara-cara, di antaranya
adalah:
- Melaksanakan disiplin dan mobilitas tinggi pada gerakan-gerakan
dakwahnya secara tetap dan baku. Wujudnya berbentuk kerajaan jama'ah.
Berpedoman Qur'an manqul amir dan hadits manqul amir, berilmu manqul
musnad, muttashil. Berprogram 5 bab: Ngaji, ngamal, bela, jama'ah
dan taat. Menamakan dirinya bertujuan masuk surga, agar selamat dari
neraka. Bertaqiyyah ketat: Fathonah Bithonah Budi luhur, Luhuring
Budi karena Allah. Berbai'at (bersumpah untuk taat kepada amir),
beramir, berjama'ah dan bertaat. Berpembinaan sambung-menyambung,
turun-temurun ila yaumil qiyamah (sampai hari kiyamat). Bertali pengikat
iman yang 4: Mengagungkan sang amir, mensyukuri sang amir, bersungguh-sungguh
hati dan berdo'a khusu' (berdo'a memohon agar bisa tetap taat dan
mengagungkan sang amir).
- Dengan semangat berkobar-kobar melaksanakan : sampaikanlah dariku
(dari Madigol) walau satu ayat (ayat-ayat yang telah disimpangkan
Madigol), jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka, bangunlah
lalu peringatkanlah. Di mana saja kapan saja, mengajak masuk surga
dengan mengajak mengaji manqul dan bai'at kepada amir.
- Melalui pendekatan-pendekatan pribadi secara halus, luwes, supel,
telaten (untuk masuk mengaji manqul dan bai'at kepada sang amir).
Mereka memulai dengan mengaji kitab shalat, kitab dalil, kitab sifatul
jannah wan nar, kitab do'a? sesuai sikon sampai ujungnya kitab imaroh/imamah
untuk kemudian dibai'at kepada sang amir. Jadi pada mulanya menampakan
ajaran yang biasa kepada teman-teman dekatnya, kepada keluarga-keluarga
dekatnya yang belum masuk LDII, sehingga tidak mencurigakan apalagi
dengan senjata istilah masuk surga dan terhindar neraka, maka kaum
yang masih awam bisa langsung percaya. Akan tetapi setelah dibai'at
maka kemudian muncullah ajaran-ajaran asli LDII sedikit-demi sedikit,
sampai kemudian setelah menjadi fanatik terhadap jama'ahnya maka
jadilah ia anggota dan kader jama'ah LDII yang telah aman dari kemungkinan
lari dan keluar. Dari setelah dibai'at inilah setiap anggota jama'ah
diharamkan mempelajari agama Islam dari luar ajaran LDII, dilarang
mengaji kepada jama'ah lain. Maka bagaimanakah bisa membandingkan
mana ajaran agama yang benar dan mana yang sesat, seseorang yang
semula tidak tahu tentang agama, hanya diajarkan dari satu pihak
yang kebetulan adalah ajaran yang menyimpang. Jelas mereka tidak
mempercayai penyimpangannya karena kebodohannya. Maka hanya dengan
taufik dan hidayah Allah SWT saja mereka dapat insyaf dan sadar.
Maka mereka yang mendapat hidayah kemudian keluar dan menceritakan
hal-ikhwal tentang LDII. Banyak yang terheran-heran mengapa pertama
ikut tidak menyadari kesesatannya. Banyak juga mereka yang stress
mengikuti ajaran LDII yang kemudian lama-kelamaan keluar dengan sendirinya.
- Dengan mengajak naik haji/umrah bergabung dengan rombongan KBIH
milik jama'ahnya atau sengaja memburu sasaran selama musim haji untuk
dijebak ikut bai'at kepada sang amir di Makkah di markas Khut Aziziyah
Makkah.
- Dengan program dan disiplin tinggi, mereka menyampaikan dakwahnya
melalui segala sarana, seperti pada pengajian di kelompok, di desa,
di daerah, di pusat jama'ahnya, di kesempatan shalat 'Idul Fitri/Idul
Adha yang terpisah dari umat pada umumnya (menyendiri, tidak mau
menyatu bercampur beribadah dengan umumnya umat Islam), di kesempatan
kegiatan Ramadhan di kesempatan I'tikaf/Lailatur Qadar, di acara
kelompok Cinta Alam Indonesia, di kelompok sepak bola, di kampus-kampus,
di sekolah-sekolah dan di kesempatan lainnya, dengan memakai teknik
bayan penyampaian nasehat/doktrin meniru cara nasehat amir dan memakai
teknik pengajian cara belajar siswa aktif Sorongan, Bandongan, sambil
menulis arti makna terjemahan kata demi kata, langsung pada kitab
Qur'an dan haditsnya masing-masing dengan mengartikan dan memahamkan
sesuai pemahaman sang amir aliran sesat LDII, dengan penekanan selalu
terus-menerus, dan diulang- ulang tentang mutlak wajibnya manqul,
bai'at, amir, jama'ah, taat, system 354.
Jadi dakwahnya jelas bukan dakwah karena Allah, tetapi dakwahnya
karena manusia, karena sang amir. Karena tunduk dan mengikuti ajaran
dari sang amirnya. Kitab-kitab ilmu agamanya dari sang amirnya yang
telah di selewengkan dari pemahaman yang benar. Sang amir telah membuat
konsep ilmu untuk jama'ah LDII dengan mengambil ayat-ayat dan hadits-hadits
yang sesuai dengan seleranya tetapi diartikan/ditakwilkan dengan
pemahaman dan kemauan sendiri untuk tujuan membangun jama'ah. Padahal
dari ayat-ayat Al-Qur'an dan hadits-hadits yang mereka ambil memiliki
pemahaman dan arti yang telah di gariskan dan diajarkan oleh Rasulullah
SAW kepada sahabatnya, kemudian kepada generasi berikutnya dan seterusnya
yang sekarang disebut dengan pemahaman ulama salaf/ulama-ulama terdahulu
generasi pertama sampai ketiga yang lurus dan dapat dipercaya.
Karena kelompok jama'ah LDII itu selalu merasa dirinya yang benar,
maka mereka cenderung dan menghina orang-orang di luar kelompoknya.
Mereka mengkafir-kafirkan semua orang di luar jama'ahnya. Maka benarlah
apa yang telah dikatakan oleh LPPI bahwa kelompok LDII itu adalah
firqah Khawarij gaya baru, yang takabur, sombong, merasa suci tetapi
sesunguhnya licik.
Next
Previous
Contents